Senin, 21 April 2014

Tentang harapan, angan, dan perasaan..


Dalam hidup ini, tentu kita sering menjumpai hal yang membuat kita merasa sangat bahagia karena kita "menganggap" bahwa kita memiliki kesempatan dan harapan. Entah hal itu berupa kesempatan waktu, materi, atau harapan yang datang karena hadirnya seseorang. Senang sekali, bukan?

Tapi…..
KITA HARUS MENYADARI BEBERAPA HAL….

Kita harus menyadari bahwa, walaupun hidup harus memiliki sebuah harapan karena itulah salah satu yang akan membuat kita termotivasi, tapi ternyata kita tidak boleh terbuai dengan harapan itu sampai akhirnya kita lupa menjaga hati kita sendiri.

Kalau kita mau menyadari, sebenarnya kita pernah bahkan sering menjumpai waktu dimana kita merasa memiliki kesempatan dan harapan, namun disisi lain kita juga sangat menyadari bahwa sedang berhadapan dengan ketidakpastian dan ketidakmungkinan. Dan sebenarnya, kita tahu bahwa peluang terjadinya ketidakpastian dan ketidakmungkinan itu justru lebih besar. Lalu, bagaimana bisa kita tetap merasa senang, bahkan menggebu-gebu seolah kita memiliki kesempatan mendapatkan hal tersebut? Yaaaa.. itulah yang disisakan harapan dan angan yang kita bangun sendiri, sebenarnya.

Semuanya memang mungkin dalam hidup ini, tapi kita harus ingat bahwa dalam hidup inipun ada yang disebut PERKIRAAN.
Semuanya memang mungkin, tapi juga tidak menutup kemungkinan, kita mampu memperkirakan mana yang bisa kita dapatkan dan kita raih serta mana yang tidak bisa.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan harapan yang ternyata kesempatan untuk mendapatkannya hanyalah sebuah angan?

JANGAN TAKUT UNTUK MEMATAHKAN HARAPAN KITA SENDIRI.

Dengan apa? Dengan sengaja mengajak diri kita melihat ketidakpastian yang sebenarnya itulah yang akan kita temui nantinya. Mungkin sebenarnya bukan untuk mematahkan harapan dan angan yang sudah terlanjur ada, namun setidaknya itu bisa sedikit mengurangi. Dengan cara inilah kita bisa menjaga hati dan perasaan kita sendiri yang mana mungkin akan lebih berat jika kita tetap berharap dan menciptakan angan, padahal yang akan kita temui nanti adalah ketidaksesuaian harapan.

Ini bukan tentang larangan berharap. Ini bukan tentang tidak percaya bahwa segalanya itu mungkin.
Tapi ini tentang KEBIJAKSANAAN menjaga hati dan perasaan untuk sesuatu yang bisa saja kita temui, yaitu ketidakpastian..