Sabtu, 12 Maret 2016

Suratan.

Sejatinya, kita hanya menjalani apa yang sudah digariskan.

Suka tidak suka. Mau tidak mau.

__

Bisa saja, 
Kita memiliki cerita yang sebenarnya ingin kita selesaikan, tapi semesta memaksa kita berganti peran. 

Bisa saja,
Kita memiliki tempat yang ingin kita singgahi, tapi semesta memaksa kaki kita melangkah berpindah ketempat yang tak sesuai dengan keinginan hati. 

Tapi, apa?

Terkadang, 
Semesta memberi tangan yang harus digenggam tanpa bertanya mampukah genggaman tangan itu membuat kita yakin untuk melewati segala yang ada. 

Terkadang,
Semesta menyejajarkan kita dengan sebuah langkah kaki tanpa bertanya langkah kaki itukah yang ingin kita dampingi. 

Terkadang,
Semesta menyuguhkan sebuah dekap peluk tanpa bertanya tenangkah kita dipelukan itu. 

Terkadang,
Semesta mengganti sebuah sapa tanpa bertanya sapaan itukah yang ingin kita dengar suaranya. 

Menolakkah kita? Tidak. Tetap berperan sesuai peranan yang harus dimainkan-kah kita? Iya. 

Ya, begitulah kehidupan. 
Sejatinya kita hanya menjalani suratan. 
Berperan semaksimal mungkin meski sebenarnya kita tak ingin. 

Begitu pula lah kehidupan,
Kita akan selalu diberi kekuatan untuk menjalani sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. 

Semoga, dengan pemahaman yang baik akan cara semesta bekerja, kita tidak akan menjadi orang yang menyerah pada keadaan.