Bandara.
Gadis itu tidak pernah menyangka, di sanalah tempat terakhir ia merasakan segalanya....
____
Bandara.
Selalu ada perasaan yang berkecamuk didada gadis itu ketika berada di tempat itu. Bahkan hanya dengan mendengar tempat itu disebut, perasaannya selalu mengharu biru.
Bagi orang lain, mungkin bandara tidak ada artinya. Apa istimewanya? Tapi tidak dengan gadis itu.
Bandara adalah saksi bisu atas segala rasa yang pernah ada; adalah bukti bahwa ia - gadis itu pernah merasa begitu percaya; adalah bukti bahwa ia pernah merasa begitu yakin.
Bandara,
Adalah tempat dimana ia bisa merasakan semuanya. Untuk terakhir kali. Terakhir kali......
____
Malam itu,
Gadis itu berada disana. Mengantar kepergian sosok yang ia anggap begitu berharga. Membiarkan jarak menjadi spasi diantara mereka.
Membiarkan langit menjadi perantara doa dan rindunya.
Malam itu,
Gadis itu berada disana. Mengantar kepergian sosok yang membuatnya merasakan segala rasa yang ada – sebelum kini semua tidak akan pernah sama.
____
Pelukan erat – yang juga hangat itu harus segera dilepaskan dan jarak diantara mereka tercipta seiring dengan langkah kaki orang yang disayanginya itu memasuki ruang keberangkatan.
Meski begitu sesak, namun gadis itu masih mampu tersenyum yakin. Ia harus bisa membuktikan kepada orang yang meragukan lelakinya, bahwa dia bisa. Sungguh, gadis itu tidak ingin lagi ada orang yang memandang orang yang disayanginya itu dengan sebelah mata. Seluruh harapan baik yang dimiliki gadis itu, sungguh, hanya untuk dan tentang lelakinya.
____
Namun, gadis itu tidak pernah menyangka bahwa malam itu – ditempat yang disebut bandara, adalah malam terakhir ia merasakan semuanya; termasuk hangat pelukannya.
____
Apa yang terjadi?
Inilah yang terjadi.
Semesta membawa mereka ke jalan yang berbeda - sebelum keduanya sempat kembali bertemu dan membicarakannya.
Inilah yang terjadi.
Gadis itu diam dalam keramaian, mencoba mencari inti dari segala pemikirannya, sampai akhirnya ia menemukan sosok itu dalam angannya.
Sosoknya – lelaki yang setiap mengingatnya, tidak ada lain yang gadis itu lakukan selain tersenyum dan berbisik lirik dalam diam. Berbisik,
"Semoga kamu bahagia..."
Inilah yang terjadi.
Meski tahun demi tahun sudah terlewati, ia masih mendapati sosok itulah yang ada dibenaknya. Tetap dibenaknya.........


