Sabtu, 13 September 2014

Tentang orang yang dipundaknya dibebankan amanah untuk menjaga, mengasihi, membimbing, dan mencintai kita...


Tak kuasa aku menahan air mata ini saat menyadari begitu cepat waktu berlalu…..
Rasa-rasanya baru kemarin aku menjadi gadis bertubuh mungil yang selalu memanggil ayahnya untuk menghentikan kegiatannya lalu memintanya untuk menemani tidur… Rasa-rasanya baru kemarin aku menjadi gadis mungil yang setiap sore selalu bermain air di halaman rumah… Rasa-rasanya baru kemarin sore aku menjadi gadis mungil yang senang sekali memakai baju ayahnya dan memeluk manja sebuah boneka… Melihat papa yang semakin hari semakin tua, pedih rasanya hati ini. Begitu cepat waktu berlalu…..

Ya, ini tentangmu, Pa..
Aku baru saja menyaksikan seorang ayah menikahkan anak perempuannya dan tiba-tiba aku mencoba menerka apa yang dirasakan dan dipikirkan laki-laki itu. Aku mencoba menerka apa yang dipikirkan dan dirasakan seorang laki-laki yang harus merelakan gadis mungilnya yang sejak kecil selalu bersamanya, yang  tidur selalu ditemaninya, yang suara manja memanggilnya selalu menjadi panggilan hangat yang akan selalu dirindukan, untuk menjadi milik dan tanggung jawab laki-laki lain. 

"Bakti seorang wanita setelah ia menikah adalah untuk suaminya terlebih dahulu"
Aku sering mendengarnya, Pah.. Aku sering mendengar pernyataan itu…

Sontak hati ini berteriak, "Bagaimana bisa?????"
Bagaimana bisa Pah, aku yang sebagai anak masih banyak kurangku dalam mewujudkan bakti untukmu, harus membagi bakti ini untuk laki-laki lain??? Bagaimana bisa aku menjadikan suamiku kelak menjadi laki-laki yang harus lebih aku prioritaskan, sedangkan papa yang sudah sepantasnya selalu menjadi nomer satu untukku saja masih sering aku nomerdua kan dengan segala kesibukanku. Bagaimana bisa aku harus mati-matian mengerahkan seluruh usahaku untuk memberi yang terbaik untuk suamiku kelak, sedangkan kadang aku memilih diam untuk melihat papa lebih dulu memulai sesuatu.

Ya Allah…
Semoga aku dan siapapun gadis kecil yang sekarang sudah tumbuh dewasa, akan mendapatkan laki-laki yang baik untuk menjadi imam kami, agar tidak sia-sia kami membagi bakti kami… Semoga Kau beri kami suami yang mampu menjadi sandaran agar ayah kami tidak sia-sia melepaskan kami… Semoga Kau beri kami suami yang bertanggung jawab supaya ayah kami tidak dihantui rasa khawatir anak perempuannya menjadi milik orang lain.

Ya Allah…
Semoga Kau jadikan kami anak yang tidak berhenti dalam bakti. Semoga Kau jadikan kami anak yang selalu mengasihi, mencintai, dan menghormati kedua orang tua kami. Maafkan kami ya Allah, kalau selama ini kami belum mampu bersikap baik terhadap dua orang yang dipundaknya Kau bebankan untuk menjaga, mengasihi, membimbing, dan mencintai kami.. 

Kenapa harus Kau ciptakan cinta yang begitu tulus dan besar sehingga apapun yang kami lakukan tidak akan mampu membalasnya, Ya Rabb?
Dan oleh karena kami begitu menyadari bahwa kami tidak akan mampu membalas cinta dan kasih ayah dan ibu kami, kami mohon izinkan kami menjadi anak yang selalu mengingat mereka agar kami tak lupa untuk memberikan yang terbaik untuk mereka baik dalam bentuk sikap, ucap, maupun  doa.

Semoga kami adalah anak yang selalu memposisikan orang tua diatas kami, agar ketika kami melihat ke atas, ketika kita melihat bintang, muncul rasa ingin meraihnya untuk mereka.

Semoga kami adalah anak yang selalu memposisikan orang tua dipandangan kami saat menunduk, agar ketika kami dalam tunduk pilu, kami ingat bahwa ada doa dan kasih mereka disana,

Semoga kami adalah anak yang selalu memposisikan orang tua di depan mata kami agar kami selalu tau bahwa ada mereka yang selalu membimbing kami.

Semoga kami adalah anak yang selalu memposisikan orang tua di belakang kami agar kami selalu ingat bahwa mereka ada di sana untuk mendukung kami.

Semoga kami adalah anak yang selalu memposisikan orang tua di dalam hati kami supaya kami ingat bahwa kami harus selalu berbakti kepada mereka, orang yang doa dan restunya bisa membuka pintu langit dimana mungkin doa dan harapan kami tertahan disana. 

Ya Rabb.. Untuk cinta yang tidak akan mampu kami balas, kami titipkan sepenuhnya langkah kami agar selalu mampu menjadi anak yang berbakti untuk kedua orang tua kami…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar