Sabtu, 19 September 2015

Kenali rasamu, kenali niatanmu.

Lagi-lagi dalam diam aku menyadari sesuatu yang ingin aku bagikan kepada orang disekitarku.

Ya, sore ini aku menyadari satu hal bahwa rasa adalah sesuatu yang begitu halus. Haluusssss sekali. Sampai-sampai, terkadang kita begitu sulit untuk menyadari perubahan dan rasa yang sebenarnya.

Dari sekian banyak rasa, dari sekian banyak niatan, entah mengapa yang muncul dipikiranku untuk kubahas dalam tulisan ini adalah tentang KETULUSAN.

Ya, contohnya adalah ketulusan.
Agar lebih mudah, begini kira-kira ilustrasinya.
  • A bersedekah dengan menyebut-nyebut pemberiannya. Terang-terangan.
  • B mendatangi pengurus masjid untuk memberikan donasinya secara langsung dan B berkata "Nama saya tidak perlu ditulis atau disebutkan. Saya tidak ingin dibilang riya"
Sekilas, kita pasti menilai bahwa A-lah yang riya' karena dengan sengaja menunjukkan apa yang ia lakukan dibanding dengan B yang meminta pemberiannya disembunyikan. Padahal, belum tentu penilaian kita benar. BELUM TENTU.

Di dalam Al-qur'an surat Al-Baqarah : 274 disebutkan:

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara tersembunyi maupun TERANG-TERANGAN, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

dan juga firman Allah pada surat Al-Baqarah : 271 yaitu:

 "Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik"

Ya, menampakkan perilaku dan amalan baik dihadapan orang lain adalah diperbolehkan, dengan syarat untuk mengajak kepada kebaikan dan ikhlas karena Allah serta benar-benar mampu memastikan bahwa tidak ada niatan duniawi, salah satunya adalah ingin dipuji.

Itulah sebabnya kita harus benar-benar mengenali rasa kita, niatan kita, panggilan hati kita. 
Berdasarkan ilustrasi diatas, percayakah bahwa yang sebenarnya riya dan tidak tulus ikhlas justru B, yang notabene adalah orang yang meminta pemberiannya disembunyikan?
Ya, dialah yang tidak ikhlas. Dialah yang riya. 

Mengapa?

Karena dibalik permintaan agar namanya tidak disebut, ada niatan dalam hatinya supaya ia dianggap orang yang ikhlas. Ada niatan ingin dipuji jauh di dalam hatinya. Tapi A, tulus ikhlas melakukan karena ingin mengajak orang lain berbuat kebaikan agar lebih banyak tercipta kedamaian, agar lebih banyak orang yang terbantu karena semakin banyak uluran tangan.

KETULUSAN ADALAH APA YANG ADA DI DALAM HATI.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita selalu berusaha mengenali apa yang ada dihati kita agar selalu lurus niatan kita. Dan inilah yang harus kita lakukan.
  • Ketika kita akan atau sedang melakukan sesuatu, berdoalah selalu supaya Allah meluruskan niat kita dan mendoakan supaya tidak ada orang lain yang harus berburuk sangka dengan menganggap kita sombong dengan apa yang kita lakukan.
  • Ketika kita melihat seseorang melakukan kebaikan, doakan mereka supaya mereka tulus ikhlas melakukannya dan doakan diri kita sendiri supaya tidak berburuk sangka atas apa yang mereka lakukan.

THINGS ARE NOT ALWAYS WHAT THEY SEEM. 
Maka, sudah sepantasnya kita bijaksana dalam mengenali rasa dan memberikan penilaian atas apa yang dilakukan orang lain dihadapan kita.

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pengingat khususnya untuk saya sendiri dan siapapun yang membacanya. Semoga bermanfaat :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar