Jumat, 08 Januari 2016

Beri waktu untuk waktu.





Dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi.

Semesta mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita bahagia. 
Semesta mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita bangga. 
Semesta mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita merasa paling beruntung di dunia. 
Semesta mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita merasa tak lagi membutuhkan apa-apa karena kita punya segalanya. 

Tapi, 
Semesta juga mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita terluka.
Semesta juga mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita merasa tidak berharga. 
Semesta juga mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita merasa segala usaha sia-sia.
Semesta mengizinkan sesuatu terjadi yang membuat kita sedih hati, kecil hati dan merasa begitu tersakiti. 

__

Dan, tak jarang..... 

Ketika hal yang tidak mengenakkan itu terjadi, kita menjadi enggan mencoba hal baru karenanya.

Ketika hal yang tidak mengenakkan itu terjadi, muncullah rasa ragu yang membelenggu. 

Ketika hal yang tidak mengenakkan itu terjadi, mengakarlah rasa takut dalam hati.

Ketika hal yang tidak mengenakkan itu terjadi, hadirlah rasa pilu yang menahan kaki untuk melangkah maju. 

__

Jangan terburu-buru. 

Perubahan membutuhkan proses. 
Proses membutuhkan waktu. 

Maka, sudah seharusnya kita memberikan waktu untuk waktu. 

__

Setiap daun akan gugur pada waktunya. 

Begitu juga dengan rasa enggan mencoba, rasa takut, rasa ragu dan juga rasa tidak percaya. 

Kalau memang semesta mengizinkan semua rasa itu tumbuh dalam hati kita, biarkan saja. Seperti layaknya daun, biarkan itu gugur pada waktunya. 

__ 

Bukan, 
Ini bukan berarti kita dengan sengaja membiarkan diri kita terbelenggu rasa yang mengganggu. Bukan. 

Hanya saja kita harus memahami bahwa semua membutuhkan waktu. 

Contoh,

Kita sudah melakukan segalanya untuk orang yang kita sayangi. Namun mengapa ia tidak mampu membalas rasa yang kita miliki? 

Itu adalah bukti, bahwa kita tidak bisa memaksa rasa itu ada. Pun tidak bisa memaksa rasa yang sudah ada, hilang begitu saja. 

__

Untuk hati yang mulai lelah dengan segala beban di dada,

Untuk hati yang mulai lelah memaksakan untuk lupa, 

Untuk hati yang mulai lelah dengan rasa tidak percaya, 

Untuk hati yang mulai lelah dengan rasa ragu, 

BERSABARLAH. 

__

Meskipun suatu saat nanti semua rasa itu bisa hilang, ia akan tetap menjadi cerita yang tidak akan bisa kita lupakan. Dan dengan mengingatnya saja, bisa menghadirkan lagi rasa sesak di dada. 

Tapi percayalah, 

WAKTU AKAN MEMBUATNYA MENJADI LEBIH BAIK. 

Akan ada saat di mana kita menyadari bahwa rasa itu pernah ada dan kita tidak akan lagi merasa terganggu karenanya.

__

“It might feel like you will never get over it, but you will"

Senin, 04 Januari 2016



Kita hanya bisa menerima utuh takdir yang digariskan. 

__

Kita tidak bisa memilih tanggal, hari & tempat kita dilahirkan.

Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, bagaimana pola mereka mengasuh kita, dan masih banyak hal lainnya. 

__

Ada yang merasa lega karena ia terlahir dengan keadaan yang sesuai dengan keinginan hatinya. Ibu yang penyayang, ayah yang penuh kasih, keluarga yang harmonis. 

Ada pula yang andaikan bisa, ia ingin mengecam semesta atas ketidakadilan yang diterima. Ibu yang memaksa, ayah yang tangannya sering menambah bekas luka, keluarga yang terpecah belah.

__

Sebenarnya, 
Apapun keadaannya, kita sebagai manusia biasa pasti mengeluhkan keadaan kita. 

Menerima ini, berandai-andai yang itu. 
Menerima itu, berandai-andai yang lainnya.

Namun, 
Kita tidak akan mempertanyakan kenapa ada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita. Tidak akan.

Kita akan membicarakan bagaimana caranya menjadikannya lebih ringan, setidaknya. 

__

Persepsi.
Mengubah cara pandang.

Itulah yang seharusnya kita lakukan.

__

Begini. 

Ada seorang anak yang mengeluh tentang ayahnya. 

Ayahnya bukanlah ayah yang hangat tutur kata dan sapa nya. 

Ayahnya bukanlah ayah yang menasehati dengan tutur kata yang lemah lembut membimbing. 

Ayahnya adalah ayah yang menerapkan kedisplinan dengan cara yang keras.

Membuang mainannya saat ia lupa membereskan dan mengambil piringnya lalu melemparnya ke lantai adalah salah satu dari sekian banyak cara yang digunakan ayah itu untuk mengajarkan kedisplinan pada anaknya. 

Benar-benar menyisakan rasa takut. 
Benar-benar menyisakan tanya pada benak anak bagaimana rasanya memiliki ayah yang hangat, lembut dan penuh kasih. 

Awalnya ia marah. Mengecam semesta. Tidak adil. 

Namun seiring berjalannya waktu, ia bisa menerimanya karena ia menyadari banyak hal yang bisa ia dapatkan dari sosok ayahnya yang begitu keras dan dingin itu. 

Itulah yang seharusnya kita lakukan.

Mencari nilai baik yang dapat dituai dari apa yang tidak sesuai.

__

Dan mungkin,
Itulah sebabnya mengapa Tuhan tidak menciptakan kita di ruang hampa, yaitu supaya kita bisa turut merasa atas keadaan orang lain yang tidak seberuntung kita & bersyukur karenanya. 

__

Lihatlah anak yang memiliki mata indah ini.

Ia adalah anak dari salah seorang ibu yang pernah menjalankan suratan takdirnya - mencari rezeki ke negara lain. 

Namun,
Ibu itu justru kembali ke tanah air karena ketidakberanian seorang laki-laki dalam bertanggung jawab atas perbuatannya. 

Entah ini menjadi musibah atau anugerah.
Menerima luka dan dalamnya rasa trauma karena jahatnya perbuatan orang lain dan memiliki anak yang begitu cantik. Bermata coklat, hidung mancung dan bulu mata yang lentik. 

__

Melihat anak ini, 
Anak yang tadi mengeluh tentang ayahnya, sontak merasa malu. Betapa beruntungnya ia. 

Meskipun sikap ayahnya tidak sesuai dengan harapannya, tapi setidaknya ia tidak perlu kesulitan mengingat siapa ayahnya. 

Sedangkan anak berbulu mata lentik ini? 
Jangankan ingat siapa ayahnya, bahkan ia tidak pernah tahu siapa ayahnya. 

__

Semoga,
Kita selalu menjadi orang yang mensyukuri segala keadaan meskipun kecewa.

Karena sungguh, 
Masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan kita.

Dan semoga, 
Anak kecil berbulu mata lentik ini kelak tumbuh besar dengan pemahaman kehidupan yang baik – bahwa akan selalu ada hal baik yang bisa ia syukuri. 

__

Tuhan, 
Semoga Kau tangguhkan kami ditengah segala cobaan yang harus kami terima tanpa kami harus larut dalam kecewa dan sibuk dengan tanya kenapa. 

__

AAMIIN.

TENTANG WAKTU, dan apa yang diizinkannya ada dan berlalu.




Aku baru saja selesai  merapikan lemariku.

Ya, aku sangat suka menata sesuatu. Buku, make up, baju atau apapun yang ada di kamar dan juga lemariku. Menatanya ulang bahkan ketika 1 jam sebelumnya sudah ku tata rapi. 

Entah, ada kepuasan tersendiri dari kegiatan ini. Menata sesuai bentuk, tinggi, warna dan jenisnya. Rapi. 

Tapi ada hal lain yang aku suka dari kegiatan ini. Tidak hanya rasa puas dari kerapihan, tapi juga aku mendapatkan pelajaran tentang salah satu dari sekian banyak hakikat kehidupan. 

___

Saat tengah membereskan lemariku, banyak benda yang membuatku mendadak hening. Diam. Tertegun. 

___

Aku menemukan beberapa kartu ucapan ulang tahun dari sahabatku beberapa tahun yang lalu. Aku tersenyum haru membacanya. Sedikit tak percaya sudah begitu banyak hal yang aku lalui bersama sahabatku. Sejak dulu bahkan sampai saat ini dan semoga sampai nanti. 

Namun aku juga menemukan sesuatu yang membuatku tersenyum pilu. Salah satunya adalah daftar nama beberapa kerabat keluarga. Aku ingat betul (((pernah akan))) kugunakan untuk apa daftar nama-nama ini. 

___

BETAPA HEBAT CARA WAKTU BEKERJA,
batinku. 2 benda tadi cukup menjadi bukti. 

Waktu mengizinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita. Mengizinkan banyak orang datang berperan dalam kisah hidup kita. 

Ada yang datang dan bertahan. Menjadi teman dalam menjalani kehidupan. Disetiap suka dan duka. Tawa dan air mata. 

Ada juga yang datang lalu menghilang. Menjadi kenangan yang sangat kuat tertanam. 

Waktu mengizinkan sebuah cerita dimulai. Namun waktu juga yang menyisakan kenangan yang begitu menyesakkan. Menyisakan pedihnya kehilangan yang tidak akan pernah terbayarkan, peran yang tidak pernah tergantikan. 

___

Haru & pilu menjadi satu. 

___

Jika waktu membuat kita terluka meski ia juga yang membuat kita bahagia kala itu, 

semoga waktu juga yang akan membuat kita kembali bahagia meski ia yang membuat kita  pernah merasa sangat putus asa.