Aku baru saja selesai merapikan lemariku.
Ya, aku sangat suka menata sesuatu. Buku, make up, baju atau apapun yang ada di kamar dan juga lemariku. Menatanya ulang bahkan ketika 1 jam sebelumnya sudah ku tata rapi.
Entah, ada kepuasan tersendiri dari kegiatan ini. Menata sesuai bentuk, tinggi, warna dan jenisnya. Rapi.
Tapi ada hal lain yang aku suka dari kegiatan ini. Tidak hanya rasa puas dari kerapihan, tapi juga aku mendapatkan pelajaran tentang salah satu dari sekian banyak hakikat kehidupan.
___
Saat tengah membereskan lemariku, banyak benda yang membuatku mendadak hening. Diam. Tertegun.
___
Aku menemukan beberapa kartu ucapan ulang tahun dari sahabatku beberapa tahun yang lalu. Aku tersenyum haru membacanya. Sedikit tak percaya sudah begitu banyak hal yang aku lalui bersama sahabatku. Sejak dulu bahkan sampai saat ini dan semoga sampai nanti.
Namun aku juga menemukan sesuatu yang membuatku tersenyum pilu. Salah satunya adalah daftar nama beberapa kerabat keluarga. Aku ingat betul (((pernah akan))) kugunakan untuk apa daftar nama-nama ini.
___
BETAPA HEBAT CARA WAKTU BEKERJA,
batinku. 2 benda tadi cukup menjadi bukti.
Waktu mengizinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita. Mengizinkan banyak orang datang berperan dalam kisah hidup kita.
Ada yang datang dan bertahan. Menjadi teman dalam menjalani kehidupan. Disetiap suka dan duka. Tawa dan air mata.
Ada juga yang datang lalu menghilang. Menjadi kenangan yang sangat kuat tertanam.
Waktu mengizinkan sebuah cerita dimulai. Namun waktu juga yang menyisakan kenangan yang begitu menyesakkan. Menyisakan pedihnya kehilangan yang tidak akan pernah terbayarkan, peran yang tidak pernah tergantikan.
___
Haru & pilu menjadi satu.
___
Jika waktu membuat kita terluka meski ia juga yang membuat kita bahagia kala itu,
semoga waktu juga yang akan membuat kita kembali bahagia meski ia yang membuat kita pernah merasa sangat putus asa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar