"Kalo tau kayak gini, mending kemaren pilih yang itu aja! YANG INI GA ENAK!!!"
"Kalo tau ini susah, ga bakal deh aku mau…."
"Harusnya aku ga gitu kemaren, biar ga jadi kayak gini sekarang!!! AKU JENGKEL!!! NYESEL!!!"
Seringkali keluhan-keluhan itu keluar dari mulut kita. Keluhan yang muncul karena ketidaksesuaian kenyataan dengan apa yang kita harapkan.
Salahkah? Tidakkkk… Marah, mengeluh, sedih, dan apapun yang kita rasakan karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan itu wajar. Sah-sah saja.
Namun….. Mungkin ada satu yang kita lupa sehingga emosi -khususnya emosi negatif- yang keluar dari ketidaksesuaian itulah yang menguasai hati dan pikiran kita. Coba renungkan ini………
Apapun yang sedang kita jalani saat ini yang mana mungkin adalah pilihan kita sendiri, mungkin memang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Sulit ya? Berat ya? Rasanya kalau bisa, ingin memilih yang lain, bukan?
--Setiap jalan, memiliki likunya sendiri--
Itu yang harus kita ingat, setiap jalan memiliki likunya sendiri..
Memang benar, andaikan kita memilih jalan lain kala itu, mungkin akan lebih baik dari ini.. Tapi, hanya sisi baiknya saja kan? Sisi sulitnya, sisi cobaannya, belum tentu lebih ringan dari apa yang kita alami sekarang. Pilihan yang lain juga akan menemui rintangannya sendiri. Kita tidak tahu kan akan seberat apa di jalan yang lain? Pun, kita tidak akan tahu akan seperti apa perjalanan yang kita tempuh saat ini. Siapa tahu akan menjadi lebih mudah.
Kalau apa yang kita alami saat ini dianggap berat, maka jangan membuatnya lebih berat dengan keluhan.
Tuhan tidak akan pernah lupa memberi bekal untuk kita saat kita harus menjalani kehidupan ini. Bekal apa? Bekal itu berupa keberanian, kekuatan, kesabaran, dan hal baik yang lainnya lagi. Semua tinggal bagaimana kita. Mau menggunakannya atau tidak.
--Disini, di jalan ini kita ditempatkan. Maka, akan selalu ada kekuatan, kemudahan, dan kemampuan untuk menempuh perjalanan--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar