"Ah… Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik itu omong kosong!" keluh wanita dengan 3 anak kepadaku.
Rasa-rasanya tidak pernah aku tidak menuruti katanya. Aku juga tidak pernah melakukan sesuatu di luar kodratku sebagai wanita. Aku tidak mengenal dunia malam, minuman keras ataupun hal yang tidak sepantasnya. Tapi kenapa, aku mendapatkan suami seperti ini? Mendengar pendapatku pun tidak.
Coba kenali dirimu saat ini dengan dirimu yang dulu, kataku. Apa yang berbeda?
Dia termenung lama, mencoba mengenali dirinya.
"Aku lebih taat terhadap Tuhanku, sepertinya" katanya dengan nada mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Sejak kapan?" tanyaku untuk membantunya meyakinkan keraguannya.
Sejak aku dipusingkan sikap suamiku, jawabnya.
Nah! Tidak kah kamu sadar bahwa suamimu adalah suami yang baik dengan segala kekurangannya? Kekurangannya menjadikanmu lebih baik lagi dari sebelumnya, bukan? Pernahkah terbayang jika kamu mempunyai suami yang tidak seperti suamimu? Pernahkah terbayang jika kamu mempunyai suami yang semua sikapnya sesuai dengan keinginanmu? Mungkin saja, mungkin, kamu tidak akan setaat ini karena kamu terlena oleh terpuasnya keinginanmu. Nyatanya, kamu bisa menjadi lebih baik karena ketidakbaikan suamimu.
Begitulah kehidupan……
Apa yang menjadikan kita baik, tidak harus berasal dari hal yang baik. Pun, tidak semua hal yang mengecewakan, tidak membawa pelajaran. Selalu ada hal yang bisa dipetik dalam kehidupan ini. Selalu ada pelajaran berharga dibalik tidak terpenuhinya keinginan yang berujung kekecewaan itu.
--Maknai setiap hal yang terjadi dalam hidup ini, agar kita mengerti, agar kita memahami, agar kita mensyukuri--
--Maknai setiap hal yang terjadi dalam hidup ini, agar kita mengerti, agar kita memahami, agar kita mensyukuri--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar