Terpikir olehku, kenapa semut-semut ini mati didalam sebuah botol berisikan gula yang sepertinya itu adalah santapannya, ya?
Ah……. aku tahu! Segala yang berlebihan itu tidak baik, ya?
Iya, benar. Gula selalu identik dengan semut. Semut cinta sekali menikmati manisnya. Lalu, kenapa semut itu mati di tengah manis santapannya?
Mungkin, fenomena itu terjadi karena diizinkan Tuhan untuk memberi gambaran akan kehidupan. Ya, yang berlebihan itu tidak baik.
Terlalu menikmati harta, terlena dengan kesenangan dunia, akan membuat kita mati. Mati yang seperti apa? Seperti semut itu? Mati yang benar-benar nyawa meninggalkan raga?
Bukan, bukan……. Tapi hati kita yang akan mati. Kemampuan untuk memaknai kita yang akan mati. Kemampuan untuk sekedar menyadari pun, juga akan ikut mati. Menyadari apa?
Menyadari bahwa…..
Terlalu menikmati harta, terlalu menikmati kesenangan dunia, akan membuat kita lupa. Lupa bersyukur, lupa menahan diri, lupa mendekatkan diri kepada sang Ilahi, lupa bahwa apa yang kita miliki tidak sepatutnya kita nikmati sendiri. Namun juga untuk dibagi……
--Cukup adalah salah satu cara untuk dapat memaknai hidup--
--Cukup adalah salah satu cara untuk dapat memaknai hidup--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar